Minggu, 15 April 2012

MARCHING BAND GITA NADA SHOLIHIYYAH


Istilah “DRUM BAND” dan “MARCHING BAND” tentu sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Istilah drum band hanya digunakan di Indonesia, yaitu suatu kelompok orkes barisan musik yang lebih banyak memainkan alat pukul seperti snare drum, bass drum, toms, atau bellyra. Sedangkan pengertian marching band adalah sekelompok orkes barisan musik yang lebih banyak memainkan alat tiup seperti trumpet, trombone, baritone, tuba, atau marimba.
Menurut sumber wikipedia, orkes barisan telah dimulai sejak jaman purba sebagai kegiatan yang dilakukan oleh musisi secara bersama-sama untuk mengiringi sebuah acara resmi (upacara dll) atau festival dengan. Namun dengan berjalannya waktu dan pesatnya informasi yang ada, para musisi orkes barisan berusaha mengembangakan kreativitas nya. Mereka tidak hanya melakukan parade atau hanya mengiringi suatu acara resmi namun mereka dapat memainkan alat musik sambil bergerak membentuk pola.
Di Indonesia, drum band memiliki organisasi yang disebut PDBI (Persatuan Drum Band Indonesia) dimana organisasi ini menggabungkan kegiatan musik dengan berolah raga. Sedangkan marching band lebih memfokuskan pada permainan musik dan visual secara berimbang. Marching band lebih banyak mengadopsi nilai-nilai yang berkembang di barat seperti DCI (Drum Corps Internatinal).
Dengan berjalannya waktu ke waktu, praktek drum band dan marching band menjadi hampir tidak ada bedanya, dimana keduanya saling melengkapi satu sama lain. Coba kita ambil contoh, meski menggunakan alat drum band yang sederhana dimana anak-anak TK (Tingkat Kanak-kanak) mampu memainkan musik sambil membentuk sebuah pola dan tidak jarang mereka menggunakan alat-alat yang biasa digunakan oleh kelompok marching band.
Semoga, dengan banyaknya kompetisi di Indonesia seperti GPMB (Grand Prix Marching Band), IOMBC (International Open Marching Band Championship), HB CUP (Hamengku Buwono CUP), JORDY (Junior Drum Band Yogyakarta), DCI (Drum Band Cilik Indonesia) dan lain-lain, mampu merangsang gairah dunia drum band dan marching band di Indonesia.

Kamis, 12 April 2012

ANALISIS SWOT 2010


ANALISIS SWOT
MTs SHOLIHIYYAH 
KALITENGAH KEC. MRANGGEN KAB. DEMAK
TAHUN PELAJARAN 2010/2011
A. KONDISI INTERNAL (KEKUATAN DAN KELEMAHAN)
1. Standar Isi
Kekuatan (strength)
a.    Adanya komitmen MTs Sholihiyyah untuk melaksanakan kurikulum bardasarkan standar BSNP
b.    Beban belajar siswa sudah sesuai dengan standar BSNP.
c.    Untuk meningkatkan mutu lulusan yang didasarkan atas UN, siswa diberi tambahan pengayaan belajar mulai dari kelas VII sampai kelas IX.
d.    Adanya materi pembelajaran yang berupa pengembangan Information and Communication Technology (ICT)
e.    Pengembangan diri diberikan dalam bentuk Bimbingan Konseling, klub pengembangan keterampilan (pramuka, bela diri, marching band, pelatihan komputer dan pelatihan menjahit)
f.    Kalender pendidikan di MTs Sholihiyyah mengacu kepada kalender Pendidikan Nasional yang diterbitkan oleh Departemen Agama.
Kelemahan (weaknesses):
a.       Kerangka dasar kurikulum masih menggunakan standar minimal dari BSNP (belum ada peningkatan/pengembangan)
b.      KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) masing-masing bidang studi belum semuanya sesuai dengan standart BSNP
c.       Untuk program akselerasi belum mempunyai kurikulum yang baku
d.      Beban mengajar guru belum semuanya sesuai dengan BSNP (24 jam)
e.       Belum ditemukan sistem (model) pembelajaran yang cocok untuk sistem pengayaan agar dapat berjalan secara optimal
f.       Dalam penyusunan jadwal pelajaran masih belum mengikut sertakan rumpun bidang studi
g.      Jadwal pelajaran terkadang masih dilakukan perubahan ketika proses pembelajaran sudah berjalan
2. Standar Proses
Kekuatan (strength)
a.       Perangkat Pembelajaran masing-masing bidang studi sudah lengkap
b.      Mengadakan workshop setiap awal tahun ajaran untuk kengembangan perangkat pembelajaran (silabus, RPP, dan Sistem Penilaian)
c.       Fasilitas pembelajaran sudah cukup memadai (buku, ruang kelas, multimedia, perpustakaan)
d.      Pemanfaatan sumber belajar bervariasi dan meningkat
e.       Guru telah mengalokasikan waktu sesuai jadwal yang diampunya
f.       Madrasah memiliki standar proses belajar mengajar
g.      Program remidi dan pengayaan sudah terlaksana
h.      Pengembangan muatan local (ICT) sudah berjalan dengan baik
i.        Aturan pengawasan KBM sudah ada
j.        KBM sudah relative menyenangkan
k.       Pelaksanaan KBM pada hampir semua mata pelajaran UN sudah dilaksanakan secara team teaching
Kelemahan (weaknesses):
a.       Instrumen Penilaian masih belum lengkap.
b.      Media pembelajaran masih belum lengkap.
c.       Belum semua siswa dapat mengembangkan diri sesuai dengan bakat dan minatnya.
d.      Guru masih belum optimal dalam penggunan strategi pembelajaran yang bervariasi.
e.       Belum adanya pemanfaatan ICT dalam melaporkan hasil belajar siswa.
f.       Laporan hasil belajar siswa belum dapat diakses lewat internet.
g.      Masih ada guru yang belum memiliki kompetensi dibidang ICT.
h.      Masih ada guru yang belum menginternalisasikan life skill secara universal dalam KBM.
i.        Kurang optimalnya penggunaan media pembelajaran yang tersedia oleh guru.
j.        Belum ada program akselerasi bidang studi.
k.      Belum optimalnya pelaksanaan program pengembangan diri (termasuk perekrutan Pembina).
l.        Belum optimalnya peran komite dalam pengembangan standar proses pembelajaran.
m.    Dimungkinkan pelaksanaan penilaian berbasis kelas belum optimal.
n.      Pelaksanaan laporan hasil belajar siswa setiap dua bulan sekali belum terlaksana secara optimal (belum tepat waktu).
o.      Pengelolaan laporan hasil belajar siswa belum optimal.
p.      Pelaksanaan aturan pengawasan KBM belum optimal.
q.      Sosialisasi tentang aturan pengawasan KBM kepada siswa kurang optimal
3. Standar Kompetensi Lulusan
Kekuatan (strength):
a.       SKL materi Ujian Madrasah (UM) di buat bersama-sama team guru bidang studi
b.      Soal UM dibuat oleh team guru bidang studi bersama dengan KKM.
c.         Upaya meningkatkan kualitas lulusan di setiap tahun
d.        Upaya mewujudkan lulusan yang kompetitif di tingkat nasional
e.         Lulusan MTs Sholihiyyah sudah banyak diterima di SMA/SMK/MA faforit Kab. Demak kota Semarang
f.          Adanya organisasi ikatan alumni
Kelemahan (weaknesses):
a.         Belum memiliki standar mutu lulusan yang kompetitif di tingkat Internasional
b.         Belum mempunyai standar mutu lulusan yang berstandar internasional
c.         Belum mempunyai program untuk mencetak lulusan yang ahli dibidangnya dan mampu bersaing di era global
d.        Kompetensi lulusan yang siap melanjutkan ke luar negeri masih rendah
e.         Ada indikasi life skill siswa masih rendah
f.          Belum semua lulusan memiliki akhlak mulia sesuai ajaran Islam
g.         Indentifikasi profil alumni masih belum optimal
h.         Daya saing lulusan MTs Sholihiyyah masih kurang
4. Standar Pendidikan dan Tenaga Kependidikan
Kekuatan (strength) :
  1. Rasio jumlah guru dan bidang studi sudah sesuai (sebanding).
  2. Kualifikasi tenaga pendidik sudah sesuai dengan tuntutan BSNP (minimal S1).
  3. Semua guru telah menentukan tujuan pembelajaran yang dibimbing.
  4. Semua guru telah menghargai peserta didik tanpa membedakan suku, adat, daerah asal, dan gender.
  5. Guru dapat berkomunikasi secara santun dengan teman sejawat, orarg tua, dan siswa.
  6. Beberapa guru sudah menyelesaikan pendidikan tingkat master (S2) baik di dalam maupun di luar negeri.
  7. Beberapa guru sudah mengisi pelatihan di tingkat sekolah dan Kabupaten/Kota.
  8. Guru > 60% lulus uji kompetensi guru.
  9. Kekompakan dan rasa kekeluargaan di lingkungan civitas akademika.
  10. Kepekaan kepala madrasah terhadap aspirasi guru, karyawan dan siswa.
  11. Rekruftmen guru dan pegawai melalui prosedur profesionalisme kelembagaan.
  12. Adanya panduan program pada masing-masing rumpun bidang studi.
Kelemahan (weaknesses) :
  1. Jumlah guru GTT masih cukup banyak.
  2. Masih sedikit guru yang memiliki karya pengembangan profesi.
  3. Masih sedikit guru yang berprestasi dibidang akademik maupun non akademik.
  4. Belum adanya program beasiswa guru yang melanjutkan jenjang S-2 dari lembaga.
  5. Indikasi bahwa belum semua tenaga pendidik melakukan identifikasi potensi
    peserta didik (kemampuan dan kesulitan dalam mata pelajaran yang dibimbing).
  6. Belum semua guru memahami teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang terkait dengan mata pelajaran yang dibimbing.
  7. Belum semua guru menerapkan berbagai pendekatan, strategi, metode, dan teknik
    pembelajaran yang mendidik secara kreatif dalam mata pelajaran yang dibimbing.
  8. Belum semua guru mampu memilih materi pembelajaran sesuai dengan pendekatan yang dipilih dan karakteristik peserta didik.
  9. Belum semua guru mampu menyusun rancangan pembelajaran yang lengkap, baik untuk kegiatan di kelas, di laboratorium, maupun di luar kelas.
  10. Belum semua guru mampu mengembangkan instrumen penilaian, evaluasi proses dan hasil belajar.
  11. Belum semua guru mampu melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan.
  12. Ada indikasi bahwa perilaku kepala madrasah, guru, dan karyawan belum dapat diteladani secara menyeluruh oleh pesereta didik dan anggota masyarakat di sekitarnya.
  13. Ada indikasi bahwa kepala madrasah, guru, dan karyawan belum menunjukkan etos kerja dan tanggung jawab yang baik.
  14. Belum semua tenaga pendidik mengikutkan orang tua peserta didik dan rnasyarakat dalam program pembelajaran dan dalam mengatasi kesulitan belajar peserta didik.
  15. Belum semua guru menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran yang dibimbing.
  16. Belum semua tenaga pendidik mampu mengembangkan materi pembelajaran yang dibimbing secara kreatif.
  17. Ada indikasi bahwa kepala madrasah, guru, dan karyawan belum dapat melakukan refleksi terhadap kinerja diri secara jujur dan berkesinambungan.
  18. Belum semua tenaga pendidik dapat melakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dalam mata pelajaran yang dibimbing.
  19. Belum adanya indikator yang jelas untuk mengukur tingkat keberhasilan Guru.
  20. Kurangnya komitmen kepala madrasah dan guru dalam mengaplikan hasil pelatihan atau work shop.
  21. Penyusunan dan supervise program madrasah belum optimal
5. Standar Sarana dan Prasarana
Kekuatan (strength) :
  1. Madrasah memberikan fasilitas yang bagus terhadap pengembagan pengetahuan ICT guru.
  2. Sarana kelas, perpustakaan, laboratorium, sanitasi, dan ICT cukup memadai.
  3. Lokasi yang cukup stategis untuk menjadikan madrasah yang unggul dan diminati oleh masyarakat.
  4. Pemeliharaan fasilitas bangunan secara rutin
Kelemahan (weaknesses) :
a.      Belum optimalnya perawatan dan pengamanan terhadap fasilitas madrasah terutama alat-alat elektronik pembelajaran.
b.    Ada indikasi belum adanya perencanaan yang matang terhadap pengadaan sarana dan prasarana madrasah.
c.      Belum tertibnya administrasi fasilitas yang dimiliki madrasah.
d.      Belum tertibnya penempatan barang-barang inventaris madrasah.
e.     Belum optimalnya fungsi komite dalam pengadaan dan pengembangan sarana madrasah.
6. Standar Pengelolaan
Kekuatan (strength)
a.       Sekolah telah memiliki KTSP.
b.      Untuk kepentingan bahan ajar, disamping menggunakan LKS dan buku paket yang tersedia di perpustakaan, juga banyak guru yang sudah memanfaatkan dukasi-net dari JARDIKNAS.
c.       Adanya Team teaching pada bidang studi UN.
d.      Tenaga pendidik 90% sudah sesuai kualifikasi pendidikan.
e.       Penggunaan media pembelajaran (laboratorium,LCD, dan internet) dalam BM.etiap awal tahun ajaran baru, sekolah mengadakan penyegaran lewat workshop pengembangan pembelajaran.
f.       Kalender akademik MTs Sholihiyyah sudah menunjukkan seluruh aktivitas KBM beserta evaluasinya.
g.      Sarana UKS, BK, dan PSB sudah memadai.
h.      Meratanya fasilitas yang ada dikelas.
i.        Penempatan SDM sudah sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.
j.        Pembagian tugas diantara pendidik sebagian besar sudah merata meskipun masih perlu terus ditingkatkan dan dievaluasi.
k.      Sudah adanya tata tertib yang baik bagi siswa, guru, dan karyawan.
l.        Adanya tata tertib pendidik,tenaga kependidikan serta penggunaan sarana dan prasarana.
m.    Adanya kode etik hubungan antara sesama warga didalam lingkungan madrasah dan hubungan antara warga madrasah dengan masyarakat.
n.      Rapat koordinasi guru, staf, dan karyawan sudah berjalan dengan baik.
o.      Rencana tahunan madrasah terkomunikasikan secara transparan kepada guru dan karyawan.
p.      Guru dan karyawan dilibatkan dalam penyusunan program madrasah.
q.      Pengadaan, penggunaan, dan persediaan bahan habis pakai sudah bagus.
r.        Adanya dukungan sekolah terhadap acara pelatihan guru, baik yang ada di MTs Sholihiyyah maupun diluar madrasah.
s.       Adanya sistem penerimaan guru dan karyawan yang baik melalui prosedur profesional kelembagaan.
t.        Akuntabilitas dan kinerja satuan pendidikan teridentifikasi setiap tahun.
u.      Peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan terprogram secara baik.
v.      Adanya Istrumen penjamin mutu madrasah.
w.    Kebijakan mencerminkan bottom-up process (masukan dari bawah).
Kelemahan (weaknesses) :
a.       Pelaksanaan KTSP masih belum berjalan secara optimal
b.      Program responsi untuk materi agama dan bidang studi lain belum mempunyai panduan
c.       Pelaksanaan remidi belum tersusun dengan baik.
d.      Kurikulum akselerasi belum tersusun secara pasti.
e.       Laporan siswa/rapot siswa bulum dapat secara online dan computerized
f.       Penyebaran informasi timbal balik dari dan ke madrasah belum cukup bagus antara lain lewat situs Internet.
g.      Materi program response belum tersusun secara bersama oleh masing-masing klub bidang studi.
h.      Strategi Pembelajaran yang dilakukan guru belum semua mengacu pada pembelajaran PAKEM.
i.        Pengelolaan pada kesiswaan perlu di optimalkan.
j.        Kedisiplinan input nilai oleh guru masih perlu dioptimalkan.
k.      Belum adanya program pengembangan guru secara berencana dan berkesinambungan
l.        Belum semua bidang studi mempunyai program MGMP yang melakukan kegiatan secara regular.
m.    Masih kurang tertibnya administrasi kegiatan penunjang profesi pendidik dalam rangka mendukung proses sertifikasi.
n.      Belum ada aturan tentang sertifikat penghargaan bagi siswa, guru, dan karyawan pada setiap kegiatan lomba atau kejuaraan.
o.      Pemeliharaan fasilitas madrasah masih belum optimal.
p.      Belum ada tempat penyimpanan dan sistem peminjaman alat-alat inventaris madrasah secara terpusat dan tertib.
q.      Perlunya pengadaan laboratorium matematika dan Laboratorium IPA.
r.        Belum ada sistem dan panduan yang jelas pada system penganggaran semua pogram madrasah.
s.       Gaji guru GTT dan PTT belum memenuhi standar UKM.
t.        Masih perlunnya sosialisasi dan evaluasi yang optimal dari peraturan akademik yang ada.
u.      Biaya operasional madrasah masih belum tersosialisasi secara baik.
v.      Sosialisasi KTSP belum optimal.
w.    Program konsultasi madrasah dengan orang tua/wali peserta didik belum terjadwal setiap tahun.
x.      Belum ada program rapat madrasah dengan komite madrasah secara reguler dan terjadwal.
y.      Pelaksanaan dari keputusan-keputusan rapat yang ada belum berjalan dengan baik.
z.       Sistem pengawasan, pemantauan, supervise, evaluasi dan pelaporan belum optimal.
aa.   Belum ada buku panduan yang jelas dari masing-masing staf kepala bidang kurikulum, kesiswaan, humas, keagamaan, sarana dan prasarana, administrasi, litbang, dan keuangan.

7.  Standar Pembiayaan
Kekuatan (Strength) :
  1. Adanya subsidi orang tua/wali siswa berupa dana infak.
  2. Dana kontrak prestasi yang sangat membantu dalam proses pengembangan keterampilan guru.
  3. Adanya hasil penyewaan fasilitas madrasah seperti marcing band.
Kelemahan (weaknesses) :
  1. Kondisi biaya investasi belum tersosialisasikan dengan baik.
  2. Kondisi biaya operasional setiap bulan belum tersosialisasikan dengan baik.
  3. Dukungan komite madrasah terhadap biaya penyelenggaraan pendidikan di madrasah selama kurun 3 tahun terakhir belum optimal.
 8.      Standar Penilia
Kekuatan (strength) :
a.       Pemberlakuan Raport berkala setiap 3 bulan.
b.      Ujian blok operasional setiap 1 semester sekali.
c.       Try-out mata pelajaran UN bersama, bekerjasama dengan KKM Karangawen dan Depag Kab. Demak.
d.      Pelaksanaan sistem remidi dan pengayaan oleh masing-masing guru bidang studi.
Kelemahan (weaknesses) :
  1. Madrasah belum memiiiki sistem dan prosedur penilaian baku meliputi teknik, jenis dan bentuk penilaian sesuai dengan standar penilaian pendidikan.
  2. KKM masih belum sesuai dengan standar yang ada.
  3. Monitoring dan evaluasi dari kepala dan wakil kepala belum optimal.
  4. Komite madrasah belum terlibat secara optimal dalam mengontrol pelaksanaan standart penilaian pendidikan.
  5. Penanganan dan pembinaan guru dan karyawan yang disinyalir belum berjalan dengan baik.

B.     FAKTOR EKSTERNAL (PELUANG DAN ANCAMAN)
1.      Peluang (opportunities) :
a.       Adanya ruang gerak yang terbuka bagi lembaga pendidikan untuk mengembangkan diri secara maksimal.
b.      Dukungan Departement Agama Republik Indonesia baik berupa kebijakan maupun Finansial yang semakin baik.
c.       Apresiasi masyarakat terhadap madrasah semakin meningkat.
d.      Terbuka  kesempatan lulusan madrasah melanjutkan ke sekolah/madrasah faforit.
2.      Ancaman (threats) :
a.       Bermunculan sekolah unggul sebagai competitor.
b.      Lingkungan di luar madrasah yang kurang edukatif.
c.       Kebijakan publik yang belum menempatkan pendidikan sebagai prioritas dalam pembangunan.
d.      MTs Sholihiyyah belum menjadi pilihan utama bagi sebagian masyarakat.
e.       Inkonsistensi kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan.

SEMOGA TAHUN PELAJARAN 2011/2012 LEBIH BAIK.... AMIN


Jumat, 01 Juli 2011

VISI & MISI MTs SHOLIHIYYAH




VISI,  MISI DAN TUJUAN MADRASAH
DESA KALITENGAH KEC. MRANGGEN KA. DEMAK


1.   Visi dan  Misi Madrasah Tsanawiyah Sholihiyyah Kalitengah.
 1. Visi Madrasah   : Membentuk manusia yang berbudi luhur, cerdas dan terampil, berwawasan, berpengetahuan (IPTEK) dan bertaqwa kepada Allah SWT             
     2.  Misi Madrasah :   1. Meningkatkan kegiatan proses belajar mengajar dan bimbingan agar siswa dapat berkembang secara optimal sesuai bakat dan kemampuan.
                                     2. Mengembangkan strategi bersaing positif di lingkungan sekolah, baik antar siswa maupun tenaga pengajar secara demokratis dan terbuka.
                                        3. Mengembangkan kreatifitas dan minat baca dengan mengfungsikan perpustakaan

2.  Tujuan Madrasah  Tsanawiyah Sholihiyyah Kalitengah
a.  Tujuan jangka pendek
1.      Meningkatnya kepercayaan masyarakat dengan eksistensinya madrasah.
2.      Pelatihan dan workshop bagi tenaga pengajar guna meningkatan kuwalitas pembelajaran.
3.   Meningkatnya kualitas pembelajaran dalam pencapain standar kompetensi sesuai dengan kurikum yang berlaku.
4.      Peningkatan daya tampung peserta didik pada madrasah.
5.     Peningkatan sarana pembelajaran (laboratorium) yang mendukung terlaksananya sistem pembelajaran sesuai dengan kurikulum.
6.      Tercapainya tamatan yang memperolehan hasil ujian nasional dan ujian madrasah berstandar nasional minimal rata – rata 7.00 padaa tahun pelajaran 2011/2012 dan menjadi lebih baik dari tahun ke tahun.
7.      Terlaksananya tata tertib sekolah secara optimal.
8.      Meningkatnya kegiatan ekstra kurikuler.
9.      Meningkatkan kegiatan keagamaan yang mantap.
10.  Meningkatnya peringkat sekolah tingkat kabupaten diharapkan mencapai 5 besar

      b. Tujuan Jangka Panjang
1.      Dapat memberikan pelayanan pendidikan yang bermutu sesuai dengan standar nasional.
2.      Mempertahankan dan meningkatkan hasil akreditasi agar menjadi lebih baik.
3.      Penambahan ruang belajar untuk menampung peserta didik baru yang dari tahun ke tahun semakin meningkat.
4.      Memiliki aula guna menunjang kegiatan-kegiatan madrasah.
5.      Memiliki laboratorium MIPA.
6.      Memiliki sarana prasarana laboratorium bahasa.
7.   Meningkatkan peluang tamatan untuk melanjutkan pendidikannya dengan pengakuan yang sama dengan peserta didik sekolah atau madrasah lain dalam skala nasional maupun internasional.
8.   Meningkatnya peringkat sekolah tingkat kabupaten mencapai  3  besar.
9.      Memiliki sarana olah raga yang optimal.
10.  Meningkatkan kegiatan keagamaan yang mantap.

Program Kerja Kepala Madrasah

PROGRAM KERJA KEPALA
MADRASAH TSANAWIYAH SHOLIHIYYAH
KALITENGAH KEC. MRANGGEN KAB. DEMAK
PERIODE 2008 – 2012

I. TUJUAN
a. Tujuan Jangka Pendek
  1. Peningkatan profesionalisme administrasi ketatausahaan dan keuangan
  2. Mempertahankan status akreditasi dengan lebih meningkatkan tersedianya media dan portofolio pembelajaran sesuai tuntutan kurikulum KTSP
  3. Meningkatkan kegiatan ekstrakurikuler terutama ekstrakurikuler
  4. Pembiasaan perilaku rapi dan bersih di lingkungan madrasah
  5. Mengintensifkan komunikasi dan relationship dengan pesantren dan wali murid
  6. Penerapan kurikulum KTSP penuh (kelas 7, 8 dan 9)
  7. Meningkatkan kegiatan ubudiyah terutama sholat dhuha dan sholat dzuhur secara berjamaah
  8. Pencapaian target tingkat kelulusan 100%

b. Tujuan Jangka Menengah
  1. Rehab kelas  7 dan 9 sehingga pelaksanaan pembelajaran dapat lebih optimal dan penyediaan laboratorium IPA.
  2. Memperoleh Bantuan Kontrak Prestasi dan Bantuan Madrasah Unggulan.
  3. Meningkatkan status madrasah menjadi SSN (Sekolah Berstandar Nasional)
  4. Meningkatkan kesejahteraan guru dan karyawan
  5. Mencapai tingkat kelulusan 100% dengan memperoleh prestasi 10 besar Kabupaten Demak untuk tingkat SLTP (SMP dan MTs Negeri dan Swasta)
  6. Peningkatan profesionalisme tenaga pendidik melalui pemanfaatan Teknologi Informasi

c. Tujuan Jangka Panjang
  1. Pencapaian prestasi baik intra maupun ekstrakurikuler dengan aktif mengikuti setiap even lomba baik tingkat Kabupaten, Propinsi maupun Nasional.
  2. Meningkatkan status Madrasah menjadi berstandar Internasional
  3. Pemenuhan gaji pokok guru dan staff minimal sama dengan UMK (Upah Minimal Kabupaten)
  4. Pencapaian tingkat kelulusan 100% dengan masuk peringkat 10 besar propinsi untuk tingkat MTs Negeri dan Swasta.

II. SASARAN
a. Kurikulum
  1. Menggunakan KTSP dengan menambah muatan lokal sesuai dengan ciri Madrasah Tsanawiyah yang berwawasan ahlusunnah wal jamaah.
  2. Pengembangan profesionalisme tenaga pendidik.
  3. Pengembangan media pembelajaran.
  4. Efektivitas supervisi pembelajaran.
  5. Peningkatan bimbingan belajar dan program pengayaan bagi siswa kelas 9.
  6. Penyempurnaan sistem penilaian dan laporan hasil belajar.
  7. Meningkatkan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum).

b. Kesiswaan
  1. Mengintensifkan ekstrakurikuler wajib (pramuka)
  2. Meningkatkan aktivitas ekstrakurikuler pilihan bebas (Perisai diri, Marcing band, Komputer dan Menjahit)
  3. Peningkatan kegiatan ubudiyah dan
  4. Penelusuran dan pembinaan bakat dan minat

c. Ketenagaan
  1. Rasionalisasi guru dan staff
  2. Penerapan The Right Man on The Right Job.
  3. Keberhasilan dalam sertifikasi tenaga pendidikan.

d. Sarana dan Prasarana
  1. Pembangunan ruang lab. IPA.
  2. Mengintensifkan pemanfaatan sarana TI, menggunakan indik yang sudah ada untuk tampilan dan performan Madrasah Tsanawiyah.
  3. Penghijauan lingkungan madrasah.
  4. Perawatan sarana KBM secara rutin.

e. Organisasi
  1. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi SDM dalam peran dan tugas personil secara bertanggung jawab sesuai dengan kewajiban masing-masing.
  2. Meningkatkan koordinasi secara horisontal maupun vertikal.

f. Pembiayaan
  1. Unit Usaha Madrasah seperti koperasi
  2. Dana BOS
  3. Sumbangan  Pemerintah.

g. Manajemen
Melaksanakan manajemen berbasis madrasah kesetaraan.