ANALISIS SWOT
MTs SHOLIHIYYAH
MTs SHOLIHIYYAH
KALITENGAH KEC. MRANGGEN KAB. DEMAK
TAHUN PELAJARAN 2010/2011
A.
KONDISI INTERNAL (KEKUATAN DAN KELEMAHAN)
1. Standar Isi
Kekuatan (strength)
a.
Adanya komitmen MTs Sholihiyyah untuk melaksanakan
kurikulum bardasarkan standar BSNP
b.
Beban belajar siswa sudah sesuai
dengan standar BSNP.
c.
Untuk meningkatkan mutu lulusan yang
didasarkan atas UN, siswa diberi tambahan pengayaan belajar mulai dari kelas
VII sampai kelas IX.
d.
Adanya materi pembelajaran yang berupa pengembangan Information
and Communication Technology (ICT)
e.
Pengembangan diri
diberikan dalam bentuk Bimbingan Konseling, klub pengembangan
keterampilan (pramuka, bela diri, marching band, pelatihan komputer dan pelatihan menjahit)
f. Kalender pendidikan di MTs Sholihiyyah mengacu kepada kalender Pendidikan Nasional yang diterbitkan oleh
Departemen Agama.
Kelemahan
(weaknesses):
a. Kerangka dasar kurikulum masih menggunakan standar
minimal dari BSNP (belum ada peningkatan/pengembangan)
b. KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) masing-masing bidang
studi belum semuanya sesuai dengan standart BSNP
c. Untuk
program akselerasi belum mempunyai kurikulum yang baku
d. Beban
mengajar guru belum semuanya sesuai dengan BSNP (24 jam)
e. Belum ditemukan sistem (model) pembelajaran yang cocok
untuk sistem pengayaan agar dapat berjalan secara optimal
f.
Dalam penyusunan
jadwal pelajaran masih belum mengikut sertakan rumpun bidang studi
g.
Jadwal pelajaran terkadang masih dilakukan perubahan
ketika proses pembelajaran sudah berjalan
2.
Standar Proses
Kekuatan (strength)
a. Perangkat
Pembelajaran masing-masing bidang studi sudah lengkap
b.
Mengadakan workshop setiap awal tahun
ajaran untuk kengembangan perangkat pembelajaran (silabus, RPP, dan Sistem
Penilaian)
c. Fasilitas pembelajaran sudah cukup memadai (buku, ruang kelas, multimedia, perpustakaan)
d.
Pemanfaatan sumber belajar bervariasi
dan meningkat
e. Guru
telah mengalokasikan waktu sesuai jadwal yang diampunya
f.
Madrasah memiliki standar proses
belajar mengajar
g. Program
remidi dan pengayaan sudah terlaksana
h. Pengembangan
muatan local (ICT) sudah berjalan dengan baik
i.
Aturan
pengawasan KBM sudah ada
j.
KBM
sudah relative menyenangkan
k. Pelaksanaan KBM pada hampir semua mata pelajaran UN sudah
dilaksanakan secara
team teaching
Kelemahan
(weaknesses):
a.
Instrumen Penilaian masih belum lengkap.
b.
Media
pembelajaran masih belum lengkap.
c.
Belum semua siswa dapat mengembangkan
diri sesuai dengan bakat dan minatnya.
d.
Guru masih belum optimal dalam
penggunan strategi pembelajaran yang bervariasi.
e.
Belum adanya pemanfaatan ICT dalam
melaporkan hasil belajar siswa.
f.
Laporan hasil belajar siswa belum
dapat diakses lewat internet.
g.
Masih ada guru yang belum memiliki
kompetensi dibidang ICT.
h.
Masih ada guru
yang belum menginternalisasikan life skill secara universal dalam KBM.
i.
Kurang
optimalnya penggunaan media pembelajaran yang tersedia oleh guru.
j.
Belum ada program akselerasi bidang
studi.
k.
Belum optimalnya
pelaksanaan program pengembangan diri (termasuk perekrutan Pembina).
l.
Belum optimalnya peran komite dalam
pengembangan standar proses pembelajaran.
m. Dimungkinkan pelaksanaan penilaian
berbasis kelas belum optimal.
n.
Pelaksanaan laporan hasil belajar siswa setiap dua bulan
sekali belum terlaksana secara optimal (belum
tepat waktu).
o.
Pengelolaan
laporan hasil belajar siswa belum optimal.
p.
Pelaksanaan
aturan pengawasan KBM belum optimal.
q.
Sosialisasi
tentang aturan pengawasan KBM kepada siswa kurang optimal
3. Standar
Kompetensi Lulusan
Kekuatan
(strength):
a. SKL
materi Ujian Madrasah (UM) di buat bersama-sama team guru bidang studi
b. Soal UM
dibuat oleh team guru bidang studi bersama dengan KKM.
c.
Upaya meningkatkan kualitas lulusan di
setiap tahun
d.
Upaya mewujudkan lulusan yang
kompetitif di tingkat nasional
e.
Lulusan MTs Sholihiyyah sudah banyak
diterima di SMA/SMK/MA faforit Kab. Demak kota
Semarang
f.
Adanya
organisasi ikatan alumni
Kelemahan (weaknesses):
a.
Belum memiliki standar mutu lulusan
yang kompetitif di tingkat Internasional
b.
Belum mempunyai
standar mutu lulusan yang berstandar internasional
c.
Belum mempunyai
program untuk mencetak lulusan yang ahli dibidangnya dan mampu bersaing di era global
d.
Kompetensi lulusan yang siap
melanjutkan ke luar negeri masih rendah
e.
Ada indikasi life skill siswa
masih rendah
f.
Belum semua lulusan memiliki akhlak
mulia sesuai ajaran Islam
g.
Indentifikasi
profil alumni masih belum optimal
h.
Daya
saing lulusan MTs Sholihiyyah masih kurang
4. Standar Pendidikan
dan Tenaga Kependidikan
Kekuatan (strength) :
- Rasio jumlah guru dan bidang studi sudah sesuai (sebanding).
- Kualifikasi tenaga pendidik sudah sesuai dengan tuntutan BSNP (minimal S1).
- Semua guru telah menentukan tujuan pembelajaran yang dibimbing.
- Semua guru telah menghargai peserta didik tanpa membedakan suku, adat, daerah asal, dan gender.
- Guru dapat berkomunikasi secara santun dengan teman sejawat, orarg tua, dan siswa.
- Beberapa guru sudah menyelesaikan pendidikan tingkat master (S2) baik di dalam maupun di luar negeri.
- Beberapa guru sudah mengisi pelatihan di tingkat sekolah dan Kabupaten/Kota.
- Guru > 60% lulus uji kompetensi guru.
- Kekompakan dan rasa kekeluargaan di lingkungan civitas akademika.
- Kepekaan kepala madrasah terhadap aspirasi guru, karyawan dan siswa.
- Rekruftmen guru dan pegawai melalui prosedur profesionalisme kelembagaan.
- Adanya panduan program pada masing-masing rumpun bidang studi.
Kelemahan (weaknesses) :
- Jumlah guru GTT masih cukup banyak.
- Masih sedikit guru yang memiliki karya pengembangan profesi.
- Masih sedikit guru yang berprestasi dibidang akademik maupun non akademik.
- Belum adanya program beasiswa guru yang melanjutkan jenjang S-2 dari lembaga.
- Indikasi bahwa belum semua tenaga pendidik melakukan
identifikasi potensi
peserta didik (kemampuan dan kesulitan dalam mata pelajaran yang dibimbing). - Belum semua guru memahami teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang terkait dengan mata pelajaran yang dibimbing.
- Belum semua guru menerapkan berbagai pendekatan, strategi, metode, dan
teknik
pembelajaran yang mendidik secara kreatif dalam mata pelajaran yang dibimbing. - Belum semua guru mampu memilih materi pembelajaran sesuai dengan pendekatan yang dipilih dan karakteristik peserta didik.
- Belum semua guru mampu menyusun rancangan pembelajaran yang lengkap, baik untuk kegiatan di kelas, di laboratorium, maupun di luar kelas.
- Belum semua guru mampu mengembangkan instrumen penilaian, evaluasi proses dan hasil belajar.
- Belum semua guru mampu melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan.
- Ada indikasi bahwa perilaku kepala madrasah, guru, dan karyawan belum dapat diteladani secara menyeluruh oleh pesereta didik dan anggota masyarakat di sekitarnya.
- Ada indikasi bahwa kepala madrasah, guru, dan karyawan belum menunjukkan etos kerja dan tanggung jawab yang baik.
- Belum semua tenaga pendidik mengikutkan orang tua peserta didik dan rnasyarakat dalam program pembelajaran dan dalam mengatasi kesulitan belajar peserta didik.
- Belum semua guru menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran yang dibimbing.
- Belum semua tenaga pendidik mampu mengembangkan materi pembelajaran yang dibimbing secara kreatif.
- Ada indikasi bahwa kepala madrasah, guru, dan karyawan belum dapat melakukan refleksi terhadap kinerja diri secara jujur dan berkesinambungan.
- Belum semua tenaga pendidik dapat melakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dalam mata pelajaran yang dibimbing.
- Belum adanya indikator yang jelas untuk mengukur tingkat keberhasilan Guru.
- Kurangnya komitmen kepala madrasah dan guru dalam mengaplikan hasil pelatihan atau work shop.
- Penyusunan dan supervise program madrasah belum optimal
5. Standar Sarana dan Prasarana
Kekuatan (strength) :
- Madrasah memberikan fasilitas yang bagus terhadap pengembagan pengetahuan ICT guru.
- Sarana kelas, perpustakaan, laboratorium, sanitasi, dan ICT cukup memadai.
- Lokasi yang cukup stategis untuk menjadikan madrasah yang unggul dan diminati oleh masyarakat.
- Pemeliharaan fasilitas bangunan secara rutin
Kelemahan (weaknesses) :
a.
Belum optimalnya perawatan dan
pengamanan terhadap fasilitas madrasah terutama alat-alat elektronik
pembelajaran.
b. Ada indikasi belum adanya perencanaan yang matang terhadap pengadaan sarana
dan prasarana
madrasah.
c. Belum
tertibnya administrasi fasilitas yang dimiliki madrasah.
d.
Belum tertibnya penempatan
barang-barang inventaris madrasah.
e. Belum optimalnya fungsi komite dalam pengadaan dan
pengembangan sarana madrasah.
6.
Standar Pengelolaan
Kekuatan (strength)
a.
Sekolah
telah memiliki KTSP.
b.
Untuk kepentingan bahan ajar, disamping menggunakan
LKS dan buku paket yang tersedia di perpustakaan, juga banyak guru yang sudah
memanfaatkan dukasi-net dari JARDIKNAS.
c.
Adanya
Team teaching pada bidang studi UN.
d.
Tenaga pendidik 90% sudah sesuai
kualifikasi pendidikan.
e.
Penggunaan media pembelajaran (laboratorium,LCD,
dan internet) dalam BM.etiap awal tahun
ajaran baru, sekolah mengadakan penyegaran lewat workshop pengembangan
pembelajaran.
f.
Kalender akademik MTs Sholihiyyah
sudah menunjukkan seluruh aktivitas KBM beserta evaluasinya.
g.
Sarana UKS, BK, dan PSB sudah memadai.
h.
Meratanya fasilitas yang ada dikelas.
i.
Penempatan SDM sudah sesuai dengan
kompetensi yang dimiliki.
j.
Pembagian tugas
diantara pendidik sebagian besar sudah merata meskipun masih perlu terus ditingkatkan dan
dievaluasi.
k.
Sudah adanya tata tertib yang baik
bagi siswa, guru, dan karyawan.
l.
Adanya tata tertib pendidik,tenaga
kependidikan serta penggunaan sarana dan prasarana.
m.
Adanya kode etik
hubungan antara sesama warga didalam lingkungan madrasah dan hubungan antara warga madrasah
dengan masyarakat.
n.
Rapat koordinasi guru, staf, dan
karyawan sudah berjalan dengan baik.
o.
Rencana tahunan
madrasah terkomunikasikan secara transparan kepada guru dan karyawan.
p.
Guru dan karyawan dilibatkan dalam
penyusunan program madrasah.
q.
Pengadaan,
penggunaan, dan persediaan bahan habis pakai sudah bagus.
r.
Adanya dukungan sekolah terhadap acara pelatihan guru,
baik yang ada di MTs Sholihiyyah maupun diluar
madrasah.
s.
Adanya
sistem penerimaan guru dan karyawan yang baik melalui prosedur profesional
kelembagaan.
t.
Akuntabilitas
dan kinerja satuan pendidikan teridentifikasi setiap tahun.
u.
Peningkatan mutu pendidik dan tenaga
kependidikan terprogram secara baik.
v.
Adanya
Istrumen penjamin mutu madrasah.
w.
Kebijakan mencerminkan bottom-up
process (masukan dari bawah).
Kelemahan (weaknesses) :
a.
Pelaksanaan KTSP masih belum berjalan
secara optimal
b. Program responsi untuk materi agama dan bidang studi lain
belum mempunyai panduan
c. Pelaksanaan
remidi belum tersusun dengan baik.
d. Kurikulum
akselerasi belum tersusun secara pasti.
e.
Laporan
siswa/rapot siswa bulum dapat secara online dan computerized
f. Penyebaran informasi timbal balik dari dan ke madrasah
belum cukup bagus antara lain lewat situs Internet.
g. Materi program response belum tersusun secara bersama oleh masing-masing
klub bidang studi.
h. Strategi Pembelajaran yang dilakukan guru belum semua
mengacu pada pembelajaran
PAKEM.
i.
Pengelolaan pada kesiswaan perlu di
optimalkan.
j.
Kedisiplinan input nilai oleh guru
masih perlu dioptimalkan.
k. Belum adanya program pengembangan guru secara berencana
dan berkesinambungan
l.
Belum semua bidang studi mempunyai program MGMP yang melakukan
kegiatan secara
regular.
m. Masih kurang tertibnya administrasi
kegiatan penunjang profesi pendidik dalam rangka mendukung proses sertifikasi.
n. Belum ada aturan tentang sertifikat penghargaan
bagi siswa, guru, dan karyawan pada setiap kegiatan lomba atau kejuaraan.
o.
Pemeliharaan fasilitas madrasah masih belum optimal.
p. Belum ada tempat penyimpanan dan sistem
peminjaman alat-alat inventaris madrasah secara terpusat dan tertib.
q. Perlunya
pengadaan laboratorium matematika dan Laboratorium IPA.
r.
Belum ada sistem dan panduan yang jelas pada system
penganggaran semua pogram madrasah.
s.
Gaji guru
GTT dan PTT belum memenuhi standar UKM.
t.
Masih perlunnya sosialisasi dan evaluasi yang optimal dari
peraturan akademik yang ada.
u. Biaya operasional madrasah masih belum
tersosialisasi secara baik.
v.
Sosialisasi KTSP
belum optimal.
w. Program konsultasi madrasah dengan orang tua/wali peserta didik belum
terjadwal setiap
tahun.
x. Belum ada program rapat madrasah dengan komite madrasah secara reguler dan terjadwal.
y.
Pelaksanaan dari keputusan-keputusan rapat yang ada belum
berjalan dengan baik.
z.
Sistem
pengawasan, pemantauan, supervise, evaluasi dan pelaporan belum optimal.
aa.
Belum
ada buku panduan yang jelas dari masing-masing staf kepala bidang kurikulum,
kesiswaan, humas, keagamaan, sarana dan prasarana, administrasi, litbang, dan
keuangan.
7. Standar Pembiayaan
Kekuatan
(Strength) :
- Adanya subsidi orang tua/wali siswa berupa dana infak.
- Dana kontrak prestasi yang sangat membantu dalam proses pengembangan keterampilan guru.
- Adanya hasil penyewaan fasilitas madrasah seperti marcing band.
Kelemahan
(weaknesses) :
- Kondisi biaya investasi belum tersosialisasikan dengan baik.
- Kondisi biaya operasional setiap bulan belum tersosialisasikan dengan baik.
- Dukungan komite madrasah terhadap biaya penyelenggaraan pendidikan di madrasah selama kurun 3 tahun terakhir belum optimal.
8. Standar Penilia
Kekuatan
(strength) :
a. Pemberlakuan
Raport berkala setiap 3 bulan.
b. Ujian
blok operasional setiap 1 semester sekali.
c.
Try-out mata pelajaran UN bersama, bekerjasama dengan KKM Karangawen dan Depag
Kab. Demak.
d. Pelaksanaan sistem remidi dan pengayaan oleh masing-masing guru
bidang studi.
Kelemahan
(weaknesses) :
- Madrasah belum memiiiki sistem dan prosedur penilaian baku meliputi teknik, jenis dan bentuk penilaian sesuai dengan standar penilaian pendidikan.
- KKM masih belum sesuai dengan standar yang ada.
- Monitoring dan evaluasi dari kepala dan wakil kepala belum optimal.
- Komite madrasah belum terlibat secara optimal dalam mengontrol pelaksanaan standart penilaian pendidikan.
- Penanganan dan pembinaan guru dan karyawan yang disinyalir belum berjalan dengan baik.
B.
FAKTOR EKSTERNAL (PELUANG DAN ANCAMAN)
1.
Peluang (opportunities) :
a.
Adanya ruang
gerak yang terbuka bagi lembaga pendidikan untuk mengembangkan diri secara maksimal.
b.
Dukungan Departement Agama Republik Indonesia baik berupa kebijakan maupun Finansial
yang semakin baik.
c.
Apresiasi
masyarakat terhadap madrasah semakin meningkat.
d.
Terbuka
kesempatan lulusan madrasah melanjutkan
ke sekolah/madrasah faforit.
2.
Ancaman (threats) :
a.
Bermunculan
sekolah unggul sebagai competitor.
b.
Lingkungan di luar madrasah yang kurang
edukatif.
c.
Kebijakan publik
yang belum menempatkan pendidikan sebagai prioritas dalam pembangunan.
d.
MTs Sholihiyyah belum menjadi
pilihan utama bagi sebagian masyarakat.
e.
Inkonsistensi kebijakan pemerintah
dalam bidang pendidikan.
SEMOGA TAHUN PELAJARAN 2011/2012 LEBIH BAIK.... AMIN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar